Merasa Diabaikan, Stereomantic Merilis Single Tak Pernah Ada

Stereomantic

Setelah hadir dengan single pertama ‘Hingga Ku Tiada’, kami kembali melepas single baru berjudul ‘Tak Pernah Ada’. Seolah menjadi penegasan konsep dualisme gelap-terang,single kedua ini merupakan antitesis dari rilisan sebelumnya. Kedua lagu ini nantinya akan masuk dalam album ketiga stereomantic yang bertajuk “Golden SunandSilver Moon” dan kaset EP yang akan dirilis bertepatan dengan 10th Record Store Day 22 April 2017.

Dinamika relasi manusia memang lebih mengena jika diejawantahkan dalam karya seni, lagu misalnya. Jika ‘Hingga Ku Tiada’ adalah tesis, maka ‘Tak Pernah Ada’ adalah antitesisnya. ‘Tak Pernah Ada’, adalah lagu yang diciptakan Maria jauh sebelum stereomantic terbentuk. Meski nuansa suram terbaca jelas dari liriknya, namun dengan aransemen disko elektronik pada tahun 2006, membuat lagu ini tidak berkesan muram. Yang membuatnya beda dari versi 2017 adalah selain diaransemen dalam bentuk band, lagu yang bercerita tentang perasaan (ter)abai(kan) ini seolah membiarkan kesan suram melenggang bebas, meski struktur lagunya tetap manis.

Proses pembuatan single ini dibantu sepenuhnya oleh rekan-rekan musisi seperti Pugar Restu Julian (drum), Ardi Smith (bass), Sony (flute), Seno (trumpet), dan Joely (trombone).Sementara secara visual single ‘Tak Pernah Ada’ diterjemahkan oleh ilustrator Mayumi Haryoto.

Single ‘Tak Pernah Ada’ dari Stereomantic masih bekerjasama dengan Mekar Records sebagai label promosi dan distribusi digital